Menyusun
Kajian Teori dalam Sebuah Penelitian
Paparan teori dalam
penelitian adalah komponen penting yang harus disampaikan dalam sebuah
penelitian. Tujuannya adalah menjadi acuan ilmiah atau panduan dalam menuliskan
hasil yang diperoleh dalam penelitian dan juga menjadi indicator menyusun
instumen penelitian.
Penjelasan tentang teori
merujuk pada variable penelitian yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah. Penjelasan
tentang variable penelitian harus menyeluruh, yaitu dimulai dari pengertian atau
definisi, tujuan, fungsi, jenis-jenis, dan sebagainya yang merupakan penjelasan
dari variable penelitian.
Contohnya, ketika terdapat
2 (dua) variable penelitian, maka terdapat 2 sub-bab atau biasa dituliskan
dengan angka 1 dan angka 2. Selanjutnya 2 sub bab tersebut dijabarkan lagi
dalam sub-bab-sub-bab yang biasa dituliskan dalam bentuk angka 1.1,1,2,1,3,1.4,
dst atau bergantung berapa sub-bab yang akan dituliskan.
Jika variablenya adalah
hasil belajar dan metode permainan, maka kajian teori yang akan dipaparkan
adalah hasil belajar dan metode permainan. Dengan demikian, jika dituliskan 1.
Hasil Belajar, 1.1. pengertian hasil belajar 1.2. fungsi hasil belajar 1.3.
cara mengukur hasil belajar 1.4 indikator hasil belajar yang baik. 2. Metode permainan,
2.1. pengertian 2.2. fungsi atau keunggulan dan kelemahan metode,2.3. cara
menerapkan metode permainan
Penyajian teori
penelitian selalu disampaikan dalam bab 2 penelitian. Selain pemaparan tentang variable
penelitian, bab 2 juga harus mencantumkan penelitian yang relevan. Penelitian yang
relevan dimaksudkan untuk menghindari kesamaan atau plagiasi. Penelitian
relevan adalah penelitian yang dilakukan seseorang yang mempunyai kesamaan atau
kemiripan dengan penelitian yang kita lakukan. Kesamaan atau kemiripan tersebut
bisa dari segi variable yang diteliti, metode penelitian yang digunakan. Dengan
demikian, peneliti harus merujuk penelitian-penelitian sebelumnya yang mempunyai
kesamaan variable dan metode, namun berbeda dari segi tempat atau subjek
penelitiannya. Misalnya, terdapat penelitian yang berjudul “meningkatkan hasil
belajar siswa melalui penerapan metode permainan pada mata pelajaran PAI di
kelas 9”, maka judul penelitian tersebut relevan dengan penelitian kita, karena
variabelnya sama, metodenya sama, namun kelasnya berbeda.
Poin ke empat dalam
kajian teori pada penelitian tindakan kelas adalah hipotesis. Hipotesis harus
dirumuskan sebagai acuan dalam membuktikan hasil penelitian. Hipotesis adalah
praduga peneliti sebelum melakukan penelitian. Praduga adalah sangkaan
sementara yang akan dibuktikan kebenarannya melalui penelitian. Hipotesis
adalah sama dengan rumusan masalah, namun berbeda pada bentuk kalimatnya. Misalnya,
rumusan masalahnya adalah dapatkah hasil belajar siswa meningkat melalui
penerapan metode permainan?, maka hipotesis penelitiannya adalah
1.
hasil belajar siswa dapat meningkat
melalui penerapan metode permainan. (hipotesis positif atau hipotesis satu)
2.
hasil belajar siswa tidak dapat meningkat
melalui penerapan metode permainan ((hipotesis negatif atau hipotesis nol)
Pada penelitian tindakan
kelas, poin ke lima yang dituliskan pada kajian teori adalah Kriteria Nilai
Ketuntasan (KKM). Nilai ketuntasan ini diambil dari nilai ketuntasan yang telah
disepakati dalam kurikulum pembelajaran. Misalnya, di sekolah yang menggunakan
kurikulum K13, KKM untuk mata pelajaran agama Islam adalah 80, maka angka 80
adalah KKMnya.
Oleh karena itu, dapat
dituliskan struktur penulisan bab 2 penelitian tindakan kelas sebagai berikut:
Bab II
Kajian Teori
1.
Variabel Pertama
1.1.definisi
1.2….
1.3…..
2.
Variabel Kedua
1.1.definisi
1.2….
1.3…..
3.
Penelitian yang Relevan
4.
Hipotesis
5.
standar KKM
Tugas
Susunlah
bab 2 dari penelitian anda dengan mengikuti struktur dan panduan di atas!