Senin, 28 Februari 2022

 

Tahapan Merumuskan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Definisi Operasional Variable dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

 

A.    Merumuskan Masalah

Setelah kita memahami cara mengidentifikasi masalah dalam penelitian tindakan kelas, kini kita masuk pada tahapan merumuskan masalah yang telah diidentifikasi. Pada umumnya, rumusan masalah dalam penelitian adalah inti dari penelitian itu sendiri, karena masalah adalah awal dari munculnya sebuah penelitian. Hal ini disebabkan oleh tujuan penelitian itu sendiri yang berusaha mencari atau menemukan penyebab dari masalah yang timbul untuk mengatasi masalah tersebut atau memperoleh ilmu baru yang dimanfaatkan untuk memecahkan masalah yang ada.

RUMUSAN MASALAH ADALAH INTI PENELITIAN, KARENA DIGUNAKAN MENYUSUN LATAR BELAKANG PENELITIANNYA, MENYUSUN KERANGKA TEORI YANG AKAN DIJADIKAN ACUAN PENELITIAN, DAN MENYUSUN METODE PENELITIAN YANG AKAN DIGUNAKAN.   

 

 
Pentingnya merumuskan masalah dalam penelitian dikemukakan oleh para ahli bahwa rumusan masalah dijadikan acuan bagi peneliti untuk menyusun latar belakang penelitiannya, menyusun kerangka teori yang akan dijadikan acuan penelitian, dan menyusun metode penelitian yang akan digunakan.   
Namun, sebelum menentukan rumusan masalah penting juga bagi peneliti menentukan scope atau focus penelitian atau mengidentifikasi variable penelitian. Variabel penelitian adalah identitas masalah yang akan diteliti. Sugiyono (2007, hal. 38) menyatakan variabel penelitian dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau objek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan orang lainnya, antara satu objek dengan objek yang lainnya. Variasi merupakan kata kunci dari variable, dengan variasi peneliti dapat menentukan cara pengukuran data penelitian.

Contoh:

JIKA KITA TELAH MENGIDENTIFIKASI MASALAH DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS, MISALNYA MENURUNNYA HASIL BELAJAR SISWA, MAKA FOCUSNYA ADALAH PROSES BELAJAR DAN VARIABELNYA ADALAH HASIL BELAJAR.

 

 
Karena penelitian tindakan kelas menghendaki adanya tindakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi, maka peneliti harus menentukan terlebih dahulu tindakan apa yang harus diambil untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Berkaitan dengan proses belajar, maka secara teori terdapat 3 hal yang harus diperhatikan yaitu cara mengajar (metode atau strategi), materi pembelajaran (topik pembelajaran), dan media pembelajaran (jenis media pembelajaran).

Kembali ke contoh di atas yang berfokus pada proses belajar, maka alternative tindakan yang dapat diambil adalah misalnya cara mengajar. Oleh karena itu sebagai seorang guru, peneliti harus memahami jenis-jenis cara mengajar dan strategi pembelajaran. Misalnya guru/peneliti memilih strategi bermain sebagai alternative tindakan yang akan diterapkan, maka focus penelitiannya adalah pada strategi bermain peran. Maka dapat diidentifikasi 2 fokus penelitian atau variable penelitian yaitu  hasil belajar dan strategi bermain peran.

SEORANG GURU/ PENELITI HARUS MEMAHAMI JENIS-JENIS CARA MENGAJAR DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

 
Berikut link untuk mempelajari lebih lanjut jenis-jenis strategi atau metode pembelajaran

https://www.sdn2rajekwesi.sch.id/blog/dummy-data http://repository.uinsu.ac.id/5094/1/1.%20Strategi%20Pembelajaran.pdf-6

Selanjutnya harus dipahami pula bahwa dalam penelitian tindakan kelas karena tujuannya adalah mengatasi masalah dengan cara meningkatkan, maka salah satu kata yang harus dicantumkan pada rumusan masalah adalah “meningkatkan”. Jika kembali kepada contoh di atas, maka terdapat 3 kata kunci yang akan digunakan dalam rumusan masalah, yaitu: hasil belajar, strategi bermain peran, dan meningkatkan.  

Apabila ketiga kata kunci (variable) penelitian tersebut dirumuskan dalam sebuah metode penelitian tindakan kelas, maka dapat dirumuskan dalam dua kalimat pertanyaan. Mengapa kalimat pertanyaan, karena rumusan masalah adalah komponen penelitian yang harus dijawab melalui hasil penelitian. Kalimat 1 : Dapatkah hasil belajar siswa meningkat melalui penerapan strategi bermain peran? Kalimat 2 : Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi bermain peran?

B.     Tujuan Penelitian

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan setelah merumuskan masalah adalah menentukan tujuan penelitian. Menentukan tujuan masalah sama pentingnya dengan merumuskan rumusan masalah. Menentukan tujuan penelitian akan membawa kita pada teknik pengumpulan data, alat pengumpulan data, dan teknik analisis data. Ketiga komponen tersebut sangat menentukan prinsip-prinsip penelitian yaitu sistematis, rasional, empiric, dan logis (Cresswell, 2018, hal: 5).

Tujuan penelitian harus sejalan dengan rumsan masalah yang telah dirumuskan. Dengan demikian tidaklah sulit menentukan tujuan penelitian, jika rumusan masalah sudah ada.

PATUT DIPERHATIKAN JIKA RUMUSAN MASALAH SATU POIN, MAKA TUJUAN PENELITIAN JUGA SATU POIN

 
 Kembali ke contoh di atas, rumusan masalah kalimat 1 adalah Dapatkah hasil belajar siswa meningkat melalui penerapan strategi bermain peran? Kalimat 2 : Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi bermain peran? Tujuan penelitiannya adalah: 1. Mengukur peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi bermain peran. 2. Mengambarkan proses peningkatan hasil belajar siswa melalui strategi bermain peran.

C.    Manfaat/Kegunaan Penelitian

Penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah atau mengatasi masalah sehingga diperoleh pengetahuan yang baru. Oleh karena itu, setelah melakukan penelitian harus ditemukan novelty (kebaruan) dari bidang ilmu yang diteliti tersebut. Dengan demikian, penelitian harus menetapkan manfaat dari penelitian tersebut terhadap bidang ilmu yang diteliti, baik secara teoritis maupun secara praktis.

Menetapkan manfaat penelitian harus berkaitan dengan bidang ilmu dan variable yang diteliti. Kembali pada contoh di atas, variable penelitiannya adalah hasil belajar dan strategi bermain peran, maka dapat ditetapkan manfaat penelitiannya sebagai berikut:

1.      Secara teori: memberikan kontribusi keilmuan terhadap peningkatan hasil belajar menggunakan strategi mengajar

2.  Secara praktis: bagi guru: memberikan panduan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi belajar.  

Bagi lembaga pendidikan: memberikan rekomendasi untuk senantiasa memberikan pelatihan peningkatan kompetensi pedagogic dan professional guru.

D.    Definisi Operasional Variabel

Telah disampaikan di awal bahwa sebuah penelitian berawal dari masalah yang timbul dan terdapat variable yang ada dalam masalah tersebut. Oleh karena itu, untuk menuntun peneliti melakukan penelitian secara terarah, maka perlu merumuskan variable secara operasional. Makna kata operasional adalah jelas apa yang akan diukur dan jelas indikator yang akan digunakan.

Jika mengambil contoh di atas, maka terdapat 2 variabel yaitu: hasil belajar dan strategi bermain peran. Maka definisi operasionalnya adalah

1.      Hasil belajar adalah nilai atau skor yang diperoleh siswa setelah menyelesaikan proses belajarnya, baik pada saat semester, mid semester, dan tugas harian. Penelitian ini akan mengukur hasil belajar siswa berdasarkan nilai semester.

2.       

3.      Strategi bermain peran adalah langkah-langkah pengajaran yang diterapkan guru di dalam kelas dengan cara member peran kepada siswa sesuai materi yang dipelajari. Terdapat …langkah-langkah yang diterapkan guru dalam strategi ini.

Silahkan buka link berikut dan baca lebih jauh indikator langkah-langkah penerapan strategi bermain peran.

https://repository.usd.ac.id/9856/2/121224022_full.pdf

http://jurnal.upi.edu/file/4-Yulia_Siska-edit.pdf

Tugas

Susunlah kerangka penelitian PTK anda berdasarkan kerangka di atas, yaitu Bab 1. Pendahuluan. A. Latar Belakang, 2. Rumusan Masalah, 3. Tujuan Penelitian, 4. Manfaat Penelitian, 5. Definisi Operational Variabel.  

Tulis jawaban di kolom komentar!

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 23 Februari 2022


CARA MEMPEROLEH MASALAH PADA PTK

 

Setelah memahami pengertian dan karakteristik utama penelitian tindakan kelas, selanjutnya kita akan membahas bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan supaya dapat melakukan refleksi diri. Pada materi sebelumnya, telah disampaikan bahwa refleksi diri adalah ciri utama untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas. 

Refleksi berarti cerminan, ketika kita berdiri di depan cermin, kita dapat melihat bayangan kita sendiri dan pada umumnya kita bercermin untuk menemukan kekurangan dari penampilan kita. Pernahkan suatu hari anda mengusap muka dan tiba-tiba menemukan benjolan kecil di pipi. Anda berpikir bahwa itu jerawat dan untuk memastikannya anda bercermin. Maka cermin adalah tempat untuk memastikan masalah dan menemukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

Demikian pula dengan refleksi diri yang dilakukan guru di kelas. Guru harus melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran di kelas dengan cara meninjau kembali aspek-aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran, seperti aspek materi, aspek media, dan aspek metode. Pertanyaan -pertanyaan berikut dapat dijadikan acuan untuk melakukan refleksi diri seorang guru:

1. apa yang membuat siswa tidak memahami materi yang saya ajarkan?

2. siswa yang mana saja yang mampu memenuhi nilai ketuntasan minimal?

3. mengapa media yang saya gunakan tidak membantu pemahaman siswa?

4. mengapa metode yang saya terapkan tidak membantu pemahaman siswa?

5. dari sekian pertemuan di kelas yang saya lakukan, pertemuan yang mana paling menarik perhatian siswa?

Jawaban pertanyaan di atas hanya dapat diperoleh dengan cara melakukan observasi dan membuat catatan harian tentang keadaan atau situasi yang terjadi di kelas. Dengan demikian, seorang guru sesungguhnya tidak layak meninggalkan ruang kelas sebelum pembelajaran berakhir. Sesungguhnya guru mempunyai waktu yang cukup terbatas, jika dia benar-benar bertanggungjawab terhadap profesinya. Oleh karena itu, ada istilah guru tanpa tanda jasa, meskipun saat ini pemerintah sudah menyiapkan dana sertifikasi bagi guru yang cukup besar. 

Refleksi di dalam kelas akan membuat guru menjadi lebih kreatif, karena selain menemukan akar masalah yang menyebabkan hasil belajar siswa tidak maksimal, guru juga dapat memikirkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Bukankah melakukan perbaikan merupakan salah satu ciri penelitian tindakan kelas. 

Hasil observasi dan catatan harian akan menunjukkan masalah mayoritas yang dialami oleh pebelajar. Guru akan mengidentifikasi masalah tersebut, kemudian secara kreatif menemukan solusi dari masalah dan menerapkan solusi tersebut di dalam kelas melalui tindakan mengajar yang merupakan fase percobaan yang diistilahkan siklus 1 dalam penelitian tindakan kelas.  

Bagi guru mengidentifikasi permasalahan dalam proses belajar mengajar cukup mudah, karena sudah mengalaminya sendiri. Namun bagi mahasiswa yang masih sedang mempelajari berbagai matakuliah pendidikan, pasti masih meraba-raba maksud dari identifikasi masalah. Oleh karena itu, berikut link  yang memberikan ilustrasi cara melakukan refleksi diri atau langkah-langkah mengidentifikasi masalah. 

https://www.matrapendidikan.com/2015/05/identifikasi-permasalahan-dalam-ptk.html

https://www.blogbarabai.com/2017/10/identifikasi-dan-analisis-masalah-dalam.html

Tugas

Identifikasilah masalah pembelajaran yang anda alami pada salah satu mata kuliah yang anda ikuti. Gunakan panduan sesuai hasil pemahaman anda pada bahan bacaan di atas?

Tulis jawaban pada kolom komentar 




   


Selasa, 22 Februari 2022

 Penelitian tindakan kelas yang merupakan terjemahan dari Classroom action research diartikan sebagai penelitian dalam bidang sosial termasuk pendidikan sebagai bentuk refleksi diri yang menjadi metode utama, dilakukan oleh orang yang terlibat di dalamnya, dalam hal ini adalah guru, siswa, kepala sekolah, yang bertujuan melakukan perbaikan dari berbagai aspek pembelajaran, misalnya aspek kemampuan dan minat belajar siswa. 

Carr dan Kemmis(1991) serta Mills (2000) sepakat bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang sistematis yang dilakukan oleh guru di dalam kelas setelah melalui refleksi diri yang bertujuan memperbaiki kinerjanya sebagai seorang guru, sehingga hasil belajar siswa meningkat. 

Pengertian tersebut mempunyai 3 kata kunci yaitu refleksi diri, guru, dan perbaikan kinerja. Ketiga hal inilah yang menjadi karakteristik utama dari penelitian tindakan kelas. 
Sebagai seorang guru kita dituntut untuk memenuhi empat kompetensi guru sesuai dengan UU sistem pendidikan nasional yaitu kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Untuk memenuhi persyaratan tersebut guru harus mampu melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Refleksi bertujuan untuk menemukan akar masalah. akar masalah inilah yang dijadikan variabel dalam penelitian. 

untuk membaca lebih dalam uraian tentang pengertian PTK dan karakteristiknya silahkan kunjungi Link berikut:

http://repository.ut.ac.id/4153/1/IDIK4008-M1.pdf

Tugas

uraikan pendapat anda mengapa PTK perlu dilakukan oleh seorang guru?

Tulis jawaban di kolom komentar