Jumat, 25 Maret 2022

 

Menyusun Kajian Teori dalam Sebuah Penelitian

Paparan teori dalam penelitian adalah komponen penting yang harus disampaikan dalam sebuah penelitian. Tujuannya adalah menjadi acuan ilmiah atau panduan dalam menuliskan hasil yang diperoleh dalam penelitian dan juga menjadi indicator menyusun instumen penelitian.

Penjelasan tentang teori merujuk pada variable penelitian yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah. Penjelasan tentang variable penelitian harus menyeluruh, yaitu dimulai dari pengertian atau definisi, tujuan, fungsi, jenis-jenis, dan sebagainya yang merupakan penjelasan dari variable penelitian.

Contohnya, ketika terdapat 2 (dua) variable penelitian, maka terdapat 2 sub-bab atau biasa dituliskan dengan angka 1 dan angka 2. Selanjutnya 2 sub bab tersebut dijabarkan lagi dalam sub-bab-sub-bab yang biasa dituliskan dalam bentuk angka 1.1,1,2,1,3,1.4, dst atau bergantung berapa sub-bab yang akan dituliskan.

Jika variablenya adalah hasil belajar dan metode permainan, maka kajian teori yang akan dipaparkan adalah hasil belajar dan metode permainan. Dengan demikian, jika dituliskan 1. Hasil Belajar, 1.1. pengertian hasil belajar 1.2. fungsi hasil belajar 1.3. cara mengukur hasil belajar 1.4 indikator hasil belajar yang baik. 2. Metode permainan, 2.1. pengertian 2.2. fungsi atau keunggulan dan kelemahan metode,2.3. cara menerapkan metode permainan

Penyajian teori penelitian selalu disampaikan dalam bab 2 penelitian. Selain pemaparan tentang variable penelitian, bab 2 juga harus mencantumkan penelitian yang relevan. Penelitian yang relevan dimaksudkan untuk menghindari kesamaan atau plagiasi. Penelitian relevan adalah penelitian yang dilakukan seseorang yang mempunyai kesamaan atau kemiripan dengan penelitian yang kita lakukan. Kesamaan atau kemiripan tersebut bisa dari segi variable yang diteliti, metode penelitian yang digunakan. Dengan demikian, peneliti harus merujuk penelitian-penelitian sebelumnya yang mempunyai kesamaan variable dan metode, namun berbeda dari segi tempat atau subjek penelitiannya. Misalnya, terdapat penelitian yang berjudul “meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan metode permainan pada mata pelajaran PAI di kelas 9”, maka judul penelitian tersebut relevan dengan penelitian kita, karena variabelnya sama, metodenya sama, namun kelasnya berbeda.

Poin ke empat dalam kajian teori pada penelitian tindakan kelas adalah hipotesis. Hipotesis harus dirumuskan sebagai acuan dalam membuktikan hasil penelitian. Hipotesis adalah praduga peneliti sebelum melakukan penelitian. Praduga adalah sangkaan sementara yang akan dibuktikan kebenarannya melalui penelitian. Hipotesis adalah sama dengan rumusan masalah, namun berbeda pada bentuk kalimatnya. Misalnya, rumusan masalahnya adalah dapatkah hasil belajar siswa meningkat melalui penerapan metode permainan?, maka hipotesis penelitiannya adalah

1.      hasil belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan metode permainan. (hipotesis positif atau hipotesis satu)

2.      hasil belajar siswa tidak dapat meningkat melalui penerapan metode permainan ((hipotesis negatif atau hipotesis nol)

Pada penelitian tindakan kelas, poin ke lima yang dituliskan pada kajian teori adalah Kriteria Nilai Ketuntasan (KKM). Nilai ketuntasan ini diambil dari nilai ketuntasan yang telah disepakati dalam kurikulum pembelajaran. Misalnya, di sekolah yang menggunakan kurikulum K13, KKM untuk mata pelajaran agama Islam adalah 80, maka angka 80 adalah KKMnya.

Oleh karena itu, dapat dituliskan struktur penulisan bab 2 penelitian tindakan kelas sebagai berikut:

Bab II

Kajian Teori

1.      Variabel Pertama

1.1.definisi

1.2….

1.3…..

2. Variabel Kedua

1.1.definisi

1.2….

1.3…..

3. Penelitian yang Relevan

4. Hipotesis

5. standar KKM

Tugas

Susunlah bab 2 dari penelitian anda dengan mengikuti struktur dan panduan di atas!